Kamis, 17 Februari 2011

kepala bayi dan ukuran-ukuranya


DESKRIPSI SINGKAT
MATA KULIAH INI MEMBAHAS TENTANG KEPALA BAYI DAN UKURAN-UKURANNYA

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
SETELAH MENGIKUTI PERKULIAHAN MAHASISWA MAMPU MENJELASKAN KEPALA BAYI DAN UKURAN-UKURANNYA

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
DIPRESENTASIKAN DENGAN POWER POIN, DIPERLIHATKAN PHANTOM, DAN DIBERI CONTOH. MAHASISWA MAMPU MENJELASKAN KEPALA BAYI DAN UKURAN-UKURANNYA DENGAN BENAR


POKOK BAHASAN
KEPALA BAYI DAN UKURAN-UKURANYA
SUB POKOK BAHASAN
Kepala janin terdiri dari bagian muka dan bagian tengkorak
1.   Bagian muka terdiri dari:
a.    Tulang hidung (os. Nasal)
b.   Tulang pipi (os. Zigomatikum)
c.    Tulang rahang atas (os. Maxillare)
d.          Tulang rahang bawah (os. Mandibulare)
Susunan tulang muka dan dasar kepala sangat rapat sehingga tidak dapat melakukan atau terjadi moulage. Kedudukan tulang muka ditentukan dengan meraba hidung, dagu, mulut, dan rongga mata.
2.   Bagian tengkorak
Tengkorak merupakan bagian terpenting dalam persalianan, yang terdiri dari:
a.    Tulang dahi (os. Frontale) 2 buah
b.   Tulang ubun-ubun (os. parietale) 2 buah
c.    Tulang pelipis (os. Temporal) 2 buah
d.   Tulang belakang kepala (os. Occipital)
Hubungan antara tulang tengkorak
Hubungan tulang tengkorak janin belum rapat sehingga kemungkinan mendekat saat persalinan tanpa membahayakan jaringan otak, disebut moulage. Antara tulang tengkorak ditutup dengan jaringan ikat yang disebut sutura.

1.   Sutura sagitalis (selah panah) antara tulang parietal.
2.   Sutura koronaria (sela mahkota) antara tulang frontalis dan tulang parietalis.
3.   Sutura lamboidea antara tulang occipitalis dan tulang parietalis.
4.   Sutura frontalis: antara kedua frontalis.
Disamping itu terdapat pertemuan antara sutura-sutura yang membentuk ubun-ubun (fontanella).
1.   Ubun-ubun besar (fontanella mayor)
a.    Bentuk segi empat laying merupakan pertemuan antara sutura sagitalis, dan sutura koronaria, dan sutura frontalis.
b.   Sudut lancipnya terletak di sutura sagitalis.
c.    Sebagai petunjuk letak puncak kepala.
2.   Ubun-ubun kecil (fontanella minor)
a.    Dibentuk oleh sutura sagitalis dan sutura lamboidea.
b.   Sebagai petunjuk letak belakang kepala.
Sutura dan ubun-ubun tertutup pada bayi sekitar 1,5 sampai 2 tahun.
Ukuran tulang kepala bayi aterem
1.   Ukuran muka belakang
a.    Diameter suboksipito-bregmatika
a).  antara foramen magnum ke ubun-ubun basar.
b).  jaraknya 9,5 cm.
c). akan melalui jalan lahir pada letak belakang kepala, dengan lingkaran sirkumferensia suboksipito-bregmatika dengan ukuran 32cm.

b. diameter suboksipito-frontalis
a). antara foramen magnum ke pngkal hidung
b). jaraknya 11cm.
c). ukuran yang melalui jalan lahir sirkumferensia suboksipito-frontalis dengan kedudukan fleksi sedang, belakang kepala.
c. diameter fronto-oksipitalis
a).  antara titik pangkal hidung ke jarak terjauh pada belakang kepala.
b).  jaraknya 12cm
c). lingkaran fronto-oksipitalis dengan sirkumferensia 34cm melalui jalan lahir pada letak puncak kepala.
d. diameter mento-oksipitalis
a). antara dagu ke titik terjauh belakang kepala.
b). jaraknya 13,5cm
c). dengan sirkumferensia 35cm. melalui jalan lahir pada letak dahi.
e. diameter submento-bregmatika
a). antara os hyoid ke ubun-ubun besar.
b). jaraknya 9,5cm.
c). degan sirkumferensia 32cm. melalui jalan lahir pada letak muka.
2. ukuran melintang
a. diameter biparietalis, antara kedua parietalis dengan ukuran 9cm.
b. diameter bitemporalis, antara kedua tulang temporalis dengan ukuran 8cm.


persendian tulang leher
Dalam persalinan letak kepala persendian tulang leher berperan penting karena
1.   Bentuk kepala ovale (telur) sehingga setelah bagian besar lahir maka bagian kepala lainnyamudah melalui jalan lahir.
2.   Persendian tulang leher dalam bentuk persendian kogel sehingga dapat berputar kesegala arah yamg memberikan kemungkinan untuk melakukan putaran paksi dalam, dan letak persendian leher agak kebelakang di tulang oksipitalis sehingga memberikan  kemungkinan fleksi kearah dada.
Dengan demikian kepala bayi dalam proses persalinan dapat menyesuaikan diri pada jalan lahir yang berbentuk corong melengkung ke depan yang disebut putaran paksi dalam.
                                                                                  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar